Friday, March 8, 2013

KUE CUCUR JAJANAN TRADISIONAL INDONESIA




Wuaaaahaaa.... milis NCC mengadakan week-weekan lagi. Mmmmmmmmmm. Itu yang ada dipikiran Nur El saat membaca email bahwa gong sudah dibunyikan, asyiiiiiiiiiik. Mulai bereksperimen.

Berhubung sedang repot, kalo baca milis sekilas-sekilas aja. Ohhh mau diadakan week-weekan lagi.  Masa sih. Dan ternyata saat hari Jum'at siang kemarin, disaat sedang memanggang brownies empuk pesenan kakak. Ternyata oh ternyata Bu Fatmah sudah memukul gong untuk NCC Jajanan Tradisional INDONESIA Week (NCC_JTW). Langsung deh pikiran kemana-mana. Bikin apa yah? Mmmm bikin gemblong ketan hitam yang dibaluri gula putih. Ini jajanan waktu Nur El masih SD. Langsung mencari via internet. Dan mampir lah di blognya mbak Rachmawati (Wati), ternyata bahan-bahannya belum punya. Mulailah membaca-baca dan berusaha menemukan jajanan tradisional INDONESIA mana, yang bahannya sudah tersedia dirumah. Ahaa...kue cucur, cuma Nur El tidak punya daun pandan. Ya, sudah tidak apa-apa. Wajan cekung langsung dicuci, karena wajannya sudah lama tidak digunakan lagi karena kalau memasak dengan wajan dikompor 4 tungku punya Nur El sudah pasti akan jomplang. Bahayakan.

Mulai memasak campuran gula pasir, gula merah yang disisir, dan air. Yang penting gulanya sudah siap untuk digunakan, kalau tiba-tiba ingin membuat tinggal menguleni adonan. Simpan tenaga karena besok masih harus membuat pie susu dan Cake Tiramisu. Tapiiiii namanya sudah gatelll mau dibilang apa. Sore-sore mulailah cemplang-cemplung bahan. Kata mbak Wati adonannya harus didiamkan. Ya sudah nanti sehabis sholat maghrib mulai digoreng.  Mulai menggoreng dengan mengikuti saran-saran dari mbak Wati yang ada didalam tulisannya diblog. Tapi ternyata muncul masalah kue cucur yang meleber, kue yang bantet dan kue cucur yang lengket diwajan. Setelah makan malam akhirnya kami pergi ke  Carrefour untuk membeli wajan teflon yang cekung. Sepulang dari Carrefour sekitar jam 10 malam, anak-anak langsung tidur dikamar. Mulailah Nur El menggoreng adonan kue cucur sisanya. Dari posisi wajan yang wajar-wajar saja sampai akhirnya ditunggingin. Karena wajan teflon yang cekung pada bagian dasarnya juga rata tapi dengan luasan yang sempit. Setelah wajan ditunggingin barulah mendapatkan kue cucur yang cakeplah diantara yang lain. He he he. Ngomong-ngomong kue ini asli mana ya? Karena dari dulu tinggal di betawi dan menyantap kue ini. Apakah kue ini aslinya dari betawi? (maaf belum sempet nyari-nyari karena habis begadang dan belum tidur nih).

Ini dia resep kue cucur Mbak Wati  versi Nur El. Resep asli yang sangat lengkap ada di Wati Cookery yah. Maaf mbak Wati belum ijin sudah dipakai resepnya yah. Terima kasih banyak. Ijin copas ya...


Bahan:
150 gr gula merah, iris tipis
100 gr gula pasir
475 ml air
2 lembar daun pandan (saya tidak pakai)
300 gr tepung beras
50 gr tepung terigu
1/2 sdt garam (saya 1 sdm peres)
250 ml minyak untuk menggoreng (saya tidak menghitungnya)


Cara Membuat:
  1. Masak gula merah, gula pasir, air,  sampai gula larut, saring. Sisihkan hingga suam-suam.
  2. Campur tepung beras, tepung terigu, garam. Tuangi 1/2 bagian air gula, aduk dengan tangan . Masukkan sisa air gula, aduk terus dengan tangan hingga adonan ringan. Diamkan aonan kurleb 5 jam.
  3. Panaskan minyak didalam wajan teflon (posisi wajan teflon nungging), aduk-aduk adonan lalu tuang adonan sebanyak 1 sendok sayur kecil kedalam minyak panas. Adonan terendam didalam minyak, tapi minyaknya jangan terlalu kebanyakan juga (mmmmmh...bingung menjelaskannya). Biarkan hingga mendidih dan  membentuk renda-renda pada tepi kue. Bagian tengahnyayang belum matang, disiram-siram dengan minyak yang ada didalam wajan, agar saat dibalik tidak luber keluar bagian tengahnya. Tusuk sedikit pinggirankue cucur dengan mengunakan garpu makan. Dengan dibantu sodet, dibaliklah kue cucur. Diamkan sebentar saja (jangan lama-lama nanti kue cucurnya keras dan pinggirannya sobek. Dalam posisi terbalik, dorong kue cucur kepinggiran wajan, tiriskan diatas saringan, lalu letakkan diatas piring yang sudah diberi tisu (untuk meniriskan minyak yang terdapat di kue cucur).
  4. Siap disantap.


Liat karena pakai wajan yang kurang cekung, jailah kue cucurnya kurang cekung.

Kue Cucur yang gagal tapi tetap disantap dan dinikmati