Monday, October 25, 2010

BANGKET JAHE COKLAT




Saat Nur El membaca email dari teman-teman dimilis NCC yang berisi sedang diadakan Bangket Week, Nur El langsung berpikir sempat tidak yah untuk ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Ternyata alhamdulillah sempet juga membuat kue bangket untuk ikutan Bangket Week.


Anak-anak dan papa sudah tertidur pulas. Saat membaca email dari milis NCC dan menemukan blog Bangket Week sudah ada. Waaaaaah langsung semangat deh. Sebelum subuh (kurleb jam 01.00 pagi) Nur El sudah melakukan aktivitas mulai dari mempelajari seperti apa tekstur kue bangket, bahannya apa saja, menganalisa kira-kira seperti apa yah kalau bahannya ini dan itu (disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada di rumah). Lalu menyiapkan bahan-bahan karena ada bahan-bahan yang digunakan setelah bahan tersebut menjadi dingin. Kenapa semua harus dilakukan pagi-pagi? Karena kalau anak-anak sudah bangun Nur El tidak bisa berkhayal untuk membuat resep dan menerapkan menjadi sebuah kue. Bukan tidak bersyukur punya anak hanya saja kali ini Nur El sedang mencoba membuat resep baru. Jadi butuh sedikit konsentrasi...ceceileeee...he he he. Kalau masak yang sudah sering dibuat sih tidak masalah kalau anak-anak bangun.

Mungkin seharusnya diatas kue bangket ini diberi taburan chocolate chip bukan wijen agar lebih terasa coklatnya. Berhubung chocolate chipnya lagi habis dan belum sempat belanja ke toko bahan kue jadi deh diberi taburan wijen saja. Kue ini tidak mudah hancur. Alhamdulillah tekstur kuenya tidak keras seperti kue bangket yang pernah dimakan adik sepupu Nur El. Tekstur kue bangket ini renyah saat digigit dan lumer dimulut. Rasa yang dominan dari bangket ini adalah rasa jahenya. Maka dari itu diberi nama Bangket Jahe Coklat. Ini dia resep dari Nur El kalau ada yang kurang ini dan itu maaf yah....:)

Bahan:
1. Tepung sagu 500 gr.
2. Soda kue 2 gr.
3. Baking powder 5 gr.
4. Susu cair rasa coklat 250 ml.
5. Coklat masak pekat (DCC) 100 gr.
6. Gula palem 100 gr.
7. Gula merah (gula jawa) 100 gr.
8. Jahe tanpa kulit 100 gr.
9. Kuning telur dari 3 butir telur ayam.
10. Garam 1/4 sdt.

Taburan: Wijen 6 gr.

Lapisan loyang: margarin dan kertas roti secukupnya.


Cara membuat:
1. Tepung sagu disangrai dengan api kecil sampai terasa ringan saat diaduk kemudian diamkan hingga dingin. Setelah tepung sagu tersebut dingin masukkan soda kue dan baking powder. Aduk-aduk hingga merata. Sisihkan.


2. Masukkan susu cair coklat, gula palem, gula merah (yang sudah diparut), jahe (yang sudah dikupas dan diparut) kedalam panci, nyalakan api kompor kemudian masak hingga semua gula larut dan mendidih. Matikan kompor. Masukkan coklat masak pekat yang sudah dipotong-potong. Aduk-aduk sampai semua coklat meleleh dan tercampur merata. Diamkan hingga dingin. Setelah dingin disaring. Sisihkan.



3.  Kocok kuning telur dengan menggunakan pengaduk kawat (balloon wisk) sampai semua tercampur merata. Kemudian masukkan secara bertahap campuran susu cair sambil terus diaduk hingga semua campuran susu cair tercampur secara merata dengan kuning telur. Lalu masukkan garam, aduk lagi hingga merata. Masukkan secara bertahap campuran tepung sambil terus diaduk (apabila adonan sudah tidak bisa lagi diaduk dengan menggunakan pengaduk kawat maka pengadukkan dilakukan dengan menggunakan jari tangan). Diamkan kurleb 15 menit atau sampai adonan mudah dibentuk. Ambil 8 gr lalu bentuk sesuai selera (misalkan dibentuk segitiga). Letakkan diatas loyang yang sudah dioles margarin dan dilapisi kertas roti. Lakukan sampai semua adonan sudah dibentuk lalu taburi dengan wijen.


4. Panggang dengan suhu dibawah 150 derajat celsius selama kurleb 30 menit atau sampai bagian dalamnya matang (oven dipanaskan dahulu sebelum digunakan untuk memanggang, dipanaskan kurleb 15 menit pada suhu kurang dari 150 derajat celsius). Setelah matang keluarkan dari oven dan diamkan hingga dingin diatas  loyang, angkat dan pindahkan kedalam toples. Siap dihidangkan.